Sabtu, 17 November 2012

khutbah


Shalat adalah Kontrol Sosial
Shalat adalah Kontrol Sosial
Oleh :  Syaifuddin
أََلْحَمْدُ لِلّهِ أََلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَفْضَلَنَا بِالصَّلاَةِ وَيَأْمُرُنَا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَالطَّاعَةِ ، وَالَّذِيْ نَسْتَهِْدِيْ فِيْ كُلِّ اْلأُمُوْرِ وَالْمَظْلَمَةِ ، أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ ، وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ
Hadirin Sidang Jum’at yang Dimuliakan oleh Allah
Marilah pada hari yang cerah ini, kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena hanya dengan taqwalah kita dapat selamat menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
Adapun salah satu di antara tanda terpenting bagi ketaqwaan kita adalah shalat kita. Apakah kita sudah rajin shalat sesuai yang diperintahkan? Yakni di awal waktu. Apakah kita sudah melaksanakan shalat-shalat sunnah sebagai penyempurna bagi kekurangan-kekurangan kita ketika mendirikan shalat fardhu?
Lalu bagaimanakah kita mesti mengerti apakah yang dimaksudkan sebagai shalat? Secara etimologi shalat adalah doa, secara umum. Sedangkan secara istilah syariat, shalat adalah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu sesuai sarat dan rukun yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan disudahi dengan Salam. Tata caranya adalah sesuai yang dituturkan oleh para Sahabat yang melihat Rasulullah sewaktu sedang shalat.
Turun-temurun hingga sekarang, maka begitulah kita dapat melihat orang-orang mendirikan shalat. Demikian pula kita mendirikan shalat sesuai ajaran yang kita yakini kesahihannya hingga saat ini. Hal ini telah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang kami bacakan di awal tadi, yang artinya adalah ”Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan/mempraktikkannya.” (HR Bukhari-Muslim)
Menurut sejarahnya, perintah shalat diterima oleh Rasululah SAW ketika menunaikan Isra’ mi’raj. Bahwa Nabi Muhammad naik menuju Sidratul Muntaha dan bertemu secara langsung (yaqodhoh) dengan Allah SWT. Pada saat inilah Rasulullah mendapat perintah baginya beserta seluruh ummat yang mempercayai keterutusannya, berupa shalat 50 kali sehari yang kemudian dikurangkan hingga lima kali.
Pewahyuannya yang secara langsung ini menjadikan shalat diyakini oleh para ulama sebagai sebuah ibadah yang memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu. Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan ditimbang kelak dihari pembalasan. Jika seorang hamba baik shalatnya maka tentu menjadi baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Sebaliknya, jika seorang hamba jelek shalatnya, maka berarti buruk pulalah seluruh hidupnya.
Hadirin Sidang Jum’at yang Berbahagia
Tentu urusan baik dan buruk ibadah shalat seseorang kemudian bukan hanya ditentukan oleh rajin dan tidaknya ia pergi ke Masjid. Melainkan juga menghitung khusyuk ataukah tidaknya, ikhlas atau pamernya seorang hamba ketika sedang menghadap Sang Pencipta alam semesta ini setiap waktunya. Sebagaimana firman Allah,
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"Telah beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyu' dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun, 23:1-2)
Bukan hanya di akhirat Allah menjanjikan kebahagiaan bagi hambanya yang mendirikan shalat dengan segenap jiwa dan raganya. Semenjak di dunia pun Allah telah memberi kabar gembira kepada umat Islam, sebagaimana firman Allah:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…" (QS. al-A'raf, 7:96)
Meskipun ketaqwaan tidak dapat hanya diukur dari sisi lahiriah berupa shalat saja, namun shalat jelas-jelas merupakan pintu masuk bagi setiap Muslim untuk memulai pengabdian kepada Allah dan Rasulullah.
Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Shalat merupakan sebesar-besarnya tanda iman dan seagung-agungnya syiar agama. Shalat merupakan tanda syukur para hamba atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah.

Peristiwa Isra’ mi’raj merupakan bukti bahwa Shalat merupakan simpul terpenting dalam tatanan Islam, baik bagi setiap individu maupun masyarakat, dalam skala yang terkecil hingga level bangsa. Sebegitu pentingnya, maka layaklah Allah mewahyukannya langsung kepada Rasulullah tanpa melalui perantara.
Shalat mempunyai kedudukan yang tak dapat ditandingi oleh ibadah-ibadah yang lain. Ada banyak kutipan ayat-ayat al-Qur'an mengenai keutamaan Shalat. Beberapa di antaranya adalah :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." (QS. Thaha, 20:132)
Shalat sangat bermanfaat bagi kehidupan umat Islam, baik secara individual maupun secara kemasyarakatan. Dalam hal ini Allah menjanjikan bahwa Shalat dapat menjauhkan manusia dari perbuatan-perbuatan yang tidak manusiawi. Firman Allah :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Dan dirikanlah shalat, karena sesungguhnya Shalat dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar" (QS. Al-Ankabut, 29:45)
Ayat ini merupakan peringatan dari Allah bahwa shalat merupakan elemen terpenting dalam pembentukan pribadi Muslim. Termasuk dalam pembentukan karakter bangsa.
Jika saja seluruh penduduk bangsa rajin melaksanakan Shalat dengan semestinya, tentu Allah akan mencurahkan karunianya kepada kita. Bukan besar kecil atau indah dan gemerlapnya sebuah masjid yang menjadi tolok ukur religiusitas sebuah masyarakat, melainkan banyak atau sedikitnya jamaah yang mendirikan shalat ketika waktu-waktu adzan dikumandangkan.
Sementara Shalat sebagai sebuah keharusan bagi setiap individu Muslim merupakan salah satu pertanda paling mudah dijadikan standar untuk mengukur sejauh mana seseorang memiliki ketaqwaan kepada Allah. Pribadi yang bertaqwa adalah pribadi yang senantiasa hatinya terikat dengan batas-batas waktu Shalat.
Meskipun memang Shalat tidak secara mutlak menunjukkan tingkat ketaqwaan seseorang. Setidaknya Shalat dapat memberikan sebuah perenungan intens dan continue kepada setiap pribadi Muslim dalam keseharian. Ketika seorang Muslim sedang berada dalam posisi yang mengakibatkan ia memiliki kecenderungan atau peluang lebih besar untuk berbuat dosa, maka ia akan dapat mengingat shalatnya. Buat apakah rajin-rajin Shalat jika masih selalu menjalankan kebiasaan buruk misalnya.
Sidang Jum’at yang Dimuliakan Allah
Tentu saja dalam hal ini, shalat adalah sebuah sarana spiritual yang cukup penting untuk meredam kekejian atau kemungkaran yang akan dijalaninya. Shalat dapat berfungsi sebagai kontrol diri setiap saat bagi setiap perilaku individu muslim.
Maka demikian pun shalat dapat berfungsi sebagai kontrol sosiologi masyarakat. Jika sebuah komunitas masyarakat memiliki Masjid yang selalu penuh oleh Jamaah di setiap waktu-waktu shalat, tentu ini mencerminkan kondisi lingkungan yang religius. Biasanya secara otomastis, kegiatan-kegiatan massal yang berbau kemungkaran akan berkurang.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan lingkungan masyarakat yang Masjidnya-masjidnya hanya penuh ketika hari raya saja. Tentu kegiatan-kegiatan yang bersifat foya-foya lebih sering diselenggarakan dalam masyarakat. Dari sini shalat dapat kita jadikan sebuah pola dalam memperjuangkan peningkatan moral masyarakat.
Memakmurkan Masjid dengan shalat berjamaah merupakan program yang efektif untuk meredam gejolak negatif masyarakat. Jika kita mampu memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, kedamaian dan linkungan kondusif pasti terkondisikan dengan sendirinya.
Maka marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan dan membangun masyarakat yang islami dan bermoral mulia, berakhlakul karimah dan berkerukunan serta berkesatuan melalui penggalakan shalat berjamaah di masjid-masjid, musholla-musholla maupun di kantor dan di mana pun tempat yang selayaknya kita mengagungkan Asma Allah. Marilah bersama-sama kita tegakkan agama Allah, agar beroleh keselamatan dan kesejahteraan di sepanjang usia umat manusia.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.







18/06/2008 01:25
Kewajiban Berdakwah bagi Setiap Muslim KH. Drs. Ahmad Rofi’i
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

Jamaah Sidang Jum’at yang berbahagia,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan, untuk memenuhi panggilan-Nya, yakni menunaikan ibadah shalat Jum’at. Shalawat dan salam kita berikan kepada Nabi Besar Muhammad Shallallaahu ’alaihi wasallam yang telah menuntun umat manusia dari zaman jahiliyah yang penuh kegelapan menuju zaman keislaman yang tercerahkan; dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti.

Adapun kesyukuran tersebut secara kesinambungan haruslah kita wujudkan dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita, dengan sebenar-benar takwa, Dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya.

Bukankah semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. Tidak boleh kategori diabaikan, diacuhkan, dan dikurangi bobot kewajibannya. Hal itu disebabkan terdapat sedemikian banyak perintah dalam Al-Qur’an dan Sunah rasululah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Salah satu yang paling populer bagi kita adalah, ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran, 3 : 104)

Maksud ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. Di mana kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim, sebagaimana dijelaskan oleh sabda Rasulullah SAW. ”Siapa pun yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, kalau tidak mampu, hendaklah mengubah dengan lisannya, kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhori Muslim)

Maka ingatlah, wahai kaum muslimin bahwa dakwah untuk menegakkan ajaran-ajaran Allah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul oleh kaum muslimin seluruhnya. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk senantiasa bersemangat dan berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana pun kita menuju dan di mana saja kita berada.

Jamaah Shalat Jum’at yang berbahagia,

Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat dalam membangun khairu ummah (umat pilihan). Seandainya umat Islam tak mau berdakwah, maka tentu mereka pasti mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan.

Kemulian sekelompok benar-benar disebabkan karena dakwah dan demikian pun dengan kehinaan mereka adalah karena meninggalkan dakwah. Allah SWT berfirman, ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran, 3 : 110)

Melalui ayat ini, Allah mengisyaratkan pemberian predikat yang terbaik kepada umat manusia bila mereka mampu memenuhi tiga syarat yaitu:

1. Menyuruh kepada yang ma’ruf
2. Mencegah dari yang mungkar, dan
3. Mau beriman kepada Allah.

Jamaah Jum’at yang berbahagia,

Dakwah merupakan pekerjaan terbaik, sesuai firman Allah SWT, ”Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Fushshilat, 41: 33)

Ayat ini dikukuhkan oleh Sabda Rasulullah SAW :
لِأَنْ يَهْدِيَكَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ. رواه مسلم

Yang artinya : Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki onta merah. (HR. Muslim)

Dari ayat dan hadits ini, menjadi jelaslah bahwa dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya agama Islam.

Karenanya, para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Sehingga mereka telah memiliki kesiapan mental yang dapat diandalkan untuk menhadapi berbagai kemungkinan yang akan menghambat jalannya dakwah islamiyah.

Jamaah Jum’at yang berbahagia

Marilah kita sejenak merenung dan meresapi perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Namun mereka selalu tabah dan tetap bertekad membara menegakkan kalimatullah yang Agung dan bijaksana (li’ilaa’i kalimatullahi hiyal ulya).

Jamaah Kaum Muslimin Rokhimakumullah,

Dakwah bertujuan tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin) agar senantiasa memperbaiki kualitas hidupnya. Agar para hamba Allah semakin giat beribadah kepada Sang Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong.

Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan. Sebab pada saat itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Sebagaimana firman Allah SWt, ”Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (QS. Al-Anfal,, 8 : 25)

Jamaah Jum’at yang berbahagia

Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.


Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Rabu, 14 November 2012

FOTO KEGIATAN PELANTIKAN DEWAN GALANG




soal pai semester ganjil


JOMBHITULANGAN SEMESTER GANJIL
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 KESAMBEN
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
 

Mata pelajaran       : Pendidikan Agama Islam                     Hari / tanggal     ;
Kelas                     : VII ( Tujuh )                                        Pukul                  :
 



Hari         :
Tanggal   : ………..
Mata Ujian Pendidikan Agama Islam
Kelas       :  7
Waktu     : jam 00 . 00

PETUNJUK :
·   Awali dengan berdo’a agar bermanfaat
·   Baca dengan seksama, agar tidak salah jawab
·   Pilih diantara jawab yang paling tepat
·   Ikuti aturan teknis pengisisian di lembar jawab
·   Jumlah soal ada 45 + 5 urai,
·   Nilai yang harus dicapai minim 70

بسم الله الرحمن الرحيم

1.            وَالضّحَى termasuk bacaan al Syamsiyah, dengan alasan karena ada ….

a.       ال bertemu dengan huruf و
b.      ال  bertemu dengan huruf ض
c.        ﺍﻝ   bertemu dengan huruf  
d.      ال   bertemu dengan huruf ا

2.             الْخَنَّاسِ termasuk bacaan al Qomariyah dengan alas an karena ada ….

a.       ال  bertemu dengan huruf  خ
b.      ال  bertemu dengan huruf ا
c.       ال   bertemu dengan huruf _ّ
d.      ال  bertemu dengan huruf ن

3.            Bila ada ال bertemu dengan huruf   ف , maka di sebut bacaan ….
a.     الشمسية                        b. الحبشة                      c. القمرية                    d.  الفيل
4.            Diantara huruf  qomariyah yang 14 adalah ….

a.     س  ح   م  ه   ق  ى   ن
b.     ص  ض  ي  ش  ر  ئ   م
c.     خ  ف  ع   ك   و  ج  ح   ب
d.     ت  غ   ق  ا  ى   ر   ط   ش 

5.            Diantara huruf  syamsiyah yang 14 adalah ….

a.     د  س   ص   ت   ذ   ش  ظ
b.     ص  ض  ي  ش  ر  ئ   م
c.     خ  ف  ع   ك   و  ج  ح   ب
d.     ب  ن   ص   ش   لا   ؤ   خ  م

6.            QS. Al Asher  berikut , berapa jumlah al Qomariyah dan jumlah as Syamsiyah ?
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/
a.     2  -  4                       b. 3  -  2                       c. 3  -  3                     d. 4  -  2
7.            Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang ….
a.       Bagaimana cara membaca al qur’an dengan baik dan benar
b.      Bagaimana cara menulis huruf al qur’an dengan indah dan benar
c.       Bagaimana cara menulis dan membaca al qur’an
d.      Bagaimana cara mudah menghafal al qur’an
8.            Yang dimaksud percaya pada Allah adalah :
a.          percaya bahwa Allah itu maha Adil dan beradab
b.     percaya bahwa Allah itu satu dan Dia yang berhak disembah dan Dia maha pencipta alam semesta
c.          percaya bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak punya anak
d.      percaya bahwa Allah itu tempat bernaungnya segala do’a dan permohonan
9.            Tuhan kita adalah Allah, yang mempunyai ciri-ciri atau sifat 20, dengan sifat tersebut kita mampu membedakan mana Tuhan yang Maha Pencipta dan yang berhak disembah. Diantara sifat wajib yang dimiliki Allah adalah ……
a.       Wujud, fana’ , mumasalatu lihawadisi, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat qudraot
b.      Qidam, baqo’ , kalam, adam , hudus, qudrot, irodat ilmu , hayat, sama’
c.       Bashor, qidam, kalam, sama’,  wujud, qodiron, muridan, mutakalliman
d.      Qudrot, qidam, baqo’, kurhun, ajzun, bukmun, asom
10.        Diantara  fungsi iman kepada Allah adalah sebagai pengingat atau adz dzikru, karena dengan adz dzikru kita dapat tentram contoh…
a.       Melihat teman yang lain mampu beli HP, sedang kita belum mampu karena keadaan ekonomi orangtua, maka agar bisa seperti teman kita ambil jalan pintas yang di larang oleh-NYa.
b.      Karena punya tanggungan sekolah, ia di panggil oleh petugas. Besoknya ia matur kepada orangtua dan akhirnya di beri uang. Oleh teman yang lain usul mendingan uang itu dibuat rame- rame bersama. Ia tidak mau karena hal itu merupakan amanat orangtua.
c.       Kesusahan pernah menimpah semua orang termasuk aku, karena persoalan orangtuaku,  aku jadi susah, malu, pusing dan konsentrasi belajar terganggu. Untung ada guru agama yang menyarankan agar cepat berdzikir kepadaNya. Akhirnya ku dapati persoalan terselesaikan dan susah jadi sukur.
d.      Kecelakaan menimpaku, cacat tetap ada pada kaki, bila melihat teman yang bebas memakai kaki aku termenung ingat sebelum celaka gara – gara teman aku jadi begini, rasanya ingin putus asa, tapi aku masih muda punya masa depan dan harapan kusandarkan pada Tuhan.
11.                ö uymr&!$#qèd@è%  ayat tersebut memberi pemahaman pada kita , bahwa Allah itu ….
   a.   Maha melihat                 b. Maha berfirman   c.    Maha dahulu                           d. Maha Esa
12.        Allah itu bersifat sempurna, bila di rinci kesempurnaan itu menjadi 20 sifat dan sifat itulah yang disebut sifat wajib. Lawannya adalah mustahil. Pemahaman sifat mustahil adalah …
a.       sifat yang tidak pantas , tidak mungkin dimiliki oleh Allah
a.       Sifat yang tidak pantas tapi boleh ada
b.      Sifat yang menjadikan Allah makin maha
c.       Sifat yang  sering disebut sebagai sifat logis
14.  Disamping sifat wajib, sifat mustahil , juga ada sifat jai’iz. Pemahaman dari  sifat ja’iz  adalah….
a.       Allah merasa maha agung dengan sendiriNya atas makhluqNya
b.      Allah tidak bisa dibatasi oleh kekuatan makhluk, baik hasil budaya/ teknologi atau spiritualnya.
c.       Allah tempat bernaungnya  dan kembalinya segala
d.      Allah tidak berkenan pada hambanya yang sombong, karena sombong merupakan sifat melekat hanya pada Allah
15.
¬!ur âä!$oÿôœF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷Š$$sù $pkÍ5 ( (#râsŒur tûïÏ%©!$# šcrßÅsù=ムþÎû ¾ÏmÍ´¯»yJór& 4 tb÷rtôfãy $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ  
Ayat di atas memberi pemahaman kepada kita umat Islam, bahwa Allah itu mempunyai nama panggilan / asma yang bagus. Dan nama tersebut diperintah untuk ……

a.       didengar dan di laksanakan
b.      di tulis dibaca baru dilaksanakan
c.       dipakai menyebut saat berdo’a
d.      dipakai jampi- jami

16. Diantara asmaul husna adalah :
a.       al maliku,  al quddus,  ar rahman,  al muhaimin, basiron,  baqa’
b.      al halim,  al latif,  al khobir,  ar rozzaq,  al Fattah, sama’, qidam
c.       ar rofi’,  al basith,  al kabir,  al ghofur,  al ahad, al qowiy,
d.      mukholafatu lilhawadisi,  mumasalatu lil hawadisi,  ihtiyajuhu lighoirihi
17.    الْعَزِيْزُ +  الْوَهاَبُ + الْفَتَاحُ + الْقَيُّوْمُ   arti dari nama tersebut adalah….
a.       maha mendengar, maha agung , maha mulya dan maha halus
b.      maha penyelamat, maha penunjuk, maha pemenang dan maha penyabar
c.       maha pembuka, maha pencipta, maha mandiri dan maha pendengar
d.      maha perkasa, maha pemberi, maha pembuka dan maha mandiri
18.    5OŠÏm§ >§`ÏiBwöqs% ÖN»n=y    ayat tersebut memberi pemahaman bahwa Allah mempunyai panggilan ....
a.       al ghofur                                b.   as syakur               c.     as salam                             d.   al hadi
àMù=à)sù (#rãÏÿøótFó$# öNä3­/u ¼çm¯RÎ) šc%x. #Y$¤ÿxî ÇÊÉÈ
19. Ayat tersebut diatas memberi pemahaman, bahwa Allah mempunyai nama panggilan …..
a.      al ghofur                                 b.   as syakur               c.     as salam                             d.   al hadi
20. Pemakaian nama/ asma tersebut disesuaikan dengan kondisi kita yang sedang bermohon atau  berdzikir. Bila kondisi kita sedang sakit atau susah, maka nama yang pantas dipakai adalah
a.       al qoyum                                  b.  al aziz                     c.   pembuka                            d.  al adlu
21. الْغَفَّارْ  -   الْغَفُوْرُ    - الْعَفُوُّ     artinya adalah maha memaafkan. Sehingga asma/ panggilan tersebut dipakai saat kondisi kita sedang bermohon tentang….
a.       merindukan kasih sayangNYa           
b.      mengharap ampunanNya
c.       memohon pertolongan
d.      tidak mengharap apa- apa hanya ridlo-Nya  saja
 Ÿwur (#qçRur$yès? n?tã ÉOøOM}$# Èbºurôãèø9$#ur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߃Ïx© É>$s)Ïèø9$#                                  ÇËÈ   22
Artinya : dan janganlah saling bertolong dalam hal kejahatan dan permusuhan.
Ayat tersebut memberi pemahaman pada kita, bahwa persaudaraan, toleransi, persatuan, kasihan, berkelompok, persahabatan, ternyata di batasi oleh Allah yaitu…
a.       sesuai kemampuan dan kekuatan yang ada pada kita
b.      tidak boleh dalam hal kejahatan dan permusuhan
c.       adzab Allah sangat pedih tiada tara
d.      hanya orang bertaqwa yang mampu melaksanakan
23. Tawaduk artinya rendah hati, maksudnya orang yang bersikap dengan sesamanya selalu ramah tidak membedakan dan sejuk tentram. itulah cara bergaul dengan orang yang tawaduk. Sedangkan lawan dari sikap tawaduk adalah …
a.       kikir melepaskan sebagian miliknya kepada sesame, banyak alas an
b.      sabar dan mudah memaafkan kesalahan sesame
c.       takabur , congkak merasa dirinya punya kemampuan lebih dari yang lain
d.      hasad, selalu mengharpkan apa yang ada pada sesame agar lenyap dan menjadi miliknya.
24. Di rumah ada 5 saudara aku yang ke 3. sewaktu ibu pulang dari pasar, ternyata jajan yang dibeli tidak cukup untuk semua, terjadilah cek dan cok , aku mendapat bagian yang paling sedikit, tapi aku merasa cukup. Shingga  aku menjadi solusi di tengah keluargaku. Demikian itu, aku termasuk bersikap …….
a.      Tawaduk                                b. tho’at                        c.    qona’ah                            d. sabar                                                                                                                             

tûïÎŽÉ9»¢Á9$#ur        Îû Ïä!$yù't7ø9$# Ïä!#§ŽœØ9$#ur tûüÏnur Ĩù't7ø9$# 3 y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#qè%y|¹ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd tbqà)­GßJø9$#
25.   ayat diatas Artinya : dan orang yang sabar dalam kekurangan , penderitaan dan peperangan . mereka itulah beriman dengan cara yang benar         dan mereka itulah termasuk orang yang bertakwa.

Dari ayat tersebut memberi pemahaman pada kita, bahwa hidup itu adalah perjuangan dan perjuangan itu memerlukan kesabaran, bahkan nilai perjuangan akan tinggi bila tantangannya juga tinggi. Ingat menang WO itu kecil nilainya. Ternyata sabar dan tawakkal itu tidak mudah dilakukan tapi itu harus, karena untuk mencapai derajat iman takwa di hadapanNya. Dalam riwayat kenabian, siapakah nabi yang diuji berupa penderitaan fisik tetapi masih beriman dan bertakwa ?
a.      Nabi Muhammad                                b. Nabi Nuh                c. Nabi Idris                d. Nabi Ayyub
ö@è% ÏŠ$t7Ïè»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# öNä3­/u 4 tûïÏ%©#Ï9 (#qãZ|¡ômr& Îû ÍnÉ»yd $u÷R9$# ×puZ|¡ym  26.                               
3 ÞÚör&ur «!$# îpyèźur 3 $yJ¯RÎ) ®ûuqムtbrçŽÉ9»¢Á9$# Nèdtô_r& ÎŽötóÎ/ 5>$|¡Ïm ÇÊÉÈ  
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Dari ayat di atas memberi pemabaham pada kita , bahwa selama hayat masih ada ujian pasti ada. Dan tidak semua manusia mampu mensikapinya dengan sabar, karena sekitar kita ada setan yang tampak dan setan yang tidak tampak yang selalu menggoda agar besok di neraka menjadi temannya.. sedangkan yang mampu bersabar akan mendapatkan pahala. Siapakah setan yang tidak tampak dan yang tampak itu ?
a.             iblis dan jin               b. manusia dan jin                   c. iblis dan manusia                 d. jin dan manusia
27. Seseorang yang setelah buang air besar/ air kecil selalu membersihkannya dengan air dan bila tidak ada pasti dengan benda yang mudah menyerap, menghilangkan, dan membersihkan. Pekerjaan membersihkan najis dari tubuh tersebut disebut…
b.           kifayah                     b. toharoh                                 c. rukhsoh                                 d. istinjak
28. Diantar macam pekerjaan toharoh yang dilaksanakan oleh umat islam adalah
a.     wudlu, istinjak, mandi besar dan berkumur
b.    tayammum, mencuci najis, dan mencukur di hari jumat
c.     istinjak, mandi besar dan tayammum
d.    berkumur, mencukur di hari jumat dan mandi besar
29. Diantar gerak tayammum adalah
a.       mengusap muka, membasuh tangan dan menepuk tangan
b.      mengusap muka, mengusap tangan dan tertib
c.       membasuh muka , membasuh tangan dan meratakan
d.      mengusap muka dan mengusap tangan
30.                                                نَوَيْتُ التَّيَمُمَ لاِسْتِبَاحَتِ الصَلاَتِ فَرْضاً لله تَعَالى
Adalah bentuk ucapan niat
a.       wudlu                          b. mandi besar.                        c. taya                                      d. istinjak

31.





Jawab yang tepat di tengah adalah
a.      muarofah                                 b. mudawamah            c.    muzaro’ah                         d. mutawasitoh
32. Yang diwajibkan sholat lima waktu adalah muslim yang

a.       baligh, berakal sehat, islam,
b.      islam, dewasa, baligh, berakal sehat
c.       suci, mukallaf, dewasa, berakal sehat
d.      mukallaf, dewasa, suci, islam

33.  Robbana lakal hamdu ….. adalah bacaan sholat ketika sedang
a.    Sujud                                       b. ruku’                        c. I’tidal                      d. tahiyat awal
34. Jumlah rukun sholat dari takbir sampai salam bila dihitung ada
a. 17                                             b. 13                              c. 14                            d. 15
35. Dilakukan bersama- sama ada imam dan makmum dengan syarat tertentu disebut…
a. berkumpul bareng                     b. berjamaah                c. berkemah jadung     d. berjanjian
36. Bila imam melakukan kesalahan dalam hal bacaan, maka makmum mengingatkan
      dalam bentuk…
a. bertasbih                       b. meneruskan bacaan             c. bertepuk tangan       d. bertepuk lutut
37. makmum yang tertinggal sampai satu rokaat, disebut makmum….
a. masbuq                         b. muwafiq                              c. mardud                    d. mabrur
38.    Rangkaian ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbirotul Ihrom dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan syara’ disebut . . . .
         a.   Sholat                    c.   Puasa
         b.   Zakat                     d.   Haji
39.    Sholat lima waktu yang dikerjakan umat Islam hukumnya adalah . . . .

         a.   Sunah muakad     
         b.   Sunah qhoiru muakad
         c.   Fardlu ain
         d.   Fardlu kifayah

40.    Bersenda gurau dalam melakukan sholat termasuk dalam salah satu . . .. sholat.
         a.   Sunah                    b. Syarat                                      c. Batal                      d.Rukun
41.    Membaca surat Al Fathihah dalam melakukan sholat hukumnya  . . . .
         a.   Sunah                    b.   Rukun                                   c. Syarat sah               d. Syarat wajib
42.    Bagi seseorang yang melakukan sholat dengan meninggalkan salah satu sunahnya, maka . . . .

         a.   Harus sholat kembali
         b.   Sholatnya tidak syah
         c.   Sholatnya tetap syah
         d.   Sholatnya lebih baik di ulang

43.    Sholat lima waktu yang dikerjakan umat Islam hukumnya adalah . . . .

         a.   Sunah muakad     
         b.   Sunah qhoiru muakad
         c.   Fardlu ain
         d.   Fardlu kifayah

44. Orang yang memeluk agama Islam pertama kali dari perempuan, anak- anak, orang dewasa dan hamba sahaya adalah…

a. Aisya, Ali, Usman, Waroqoh
b. Khodijah, Ali, Abu Bakar, Bilal
c. Zainab, Zuber, Umar, Ibnu Umar
d. Umu Kulsum, Abu Bakar, Waroqob

45. Dakwah adalah mengajak seseorang untuk mengikuti ajakan / ajaran/ panggilan Allah Swt. Karena situasi masyarakat Nabi saat itu masih rawan pertentangan, maka Nabi berdakwah dengan cara sembunyi- sembunyi dan bila sudah memungkinkan, maka Nabi berdakwah dengancara terang- terangan. Hal tersebut bisa kita ambil pelajaran bahwa mengajak / berdakwah kepada seseorang haruslah ………

a.     Sesuai sikonnya
b. Cepat- cepat agar cepat masuk surga
c. Membawa sesuatu untuknya
d. Lebih mengerti dari pada yang diajak

46.  Orang yang menentang dakwah Nabi Saw. Bahkan pamannya sendiri adalah bernama
a. Abu Ubaidah                            b. Abu Bakar               c. Abu Lu’lu’              d. Abu Lahab
47. Nabi Muhammad lahir tanggal 20 April 571 M , diangkat jadi Rasul ( turun wahyu pertama ) tanggal 6 Agustus 610 M. dan wafat tanggal 8 Juni 632 M , Nabi menerima wahyu pertama berusia
a. 40                                             b. 38                            c. 41                            d. 43
48. Sebagai Muslim dan sekaligus Mukmin mestinya punya kekuatan besar tiada tanding, karena kekuatan Dari dzat yang Satu yaitu Allah dan untuk dzat yang satu yaitu Allah dan akan kembali juga kepada dzat yang satu yaitu Allah, dimana kita lahir atas kehendakNya, Kita percaya pada QodarNya, cara hidup kita di dunia ini memakai panduan / petunjukNya, tujuan hidup kita juga untuk beribadah kepadaNya. Jawaban pasti mengapa kita menjadi lemah  adalah….
a. kita miskin          b. kita bercerai berai             c. kita kurang percaya              d. kita salah pilih pemimpin
49. .......                                                               ياَ اَيُّها الْمُدَّثِّرْ
Adalah wahyu  kedua yang turun setelah al alaq. Disebut surat apakah wahyu kedua tersebut
a.  al muddasir                              b. al muluk                  c. al quroys                  d. al mukmin
50. Ibu NabiSaw. Bernama AMinah tanpa siti, sedang ayah Ibu Nabi Saw. Adalah
a. wahab                                       b Wahib                       c. mawahib                  d. sohib